Pengertian Reksa Dana, Jenis-Jenis, Keuntungan & Resiko yang Menyertainya!

Pengertian reksa dana memang cukup penting untuk diketahui, terutama bagi kamu yang baru ingin belajar investasi.

Hal ini karena ia bisa menjadi salah satu alternatif terbaik, yang tidak memerlukan banyak modal. Termasuk keahlian dalam menghitung kemungkinan resiko dari nilai investasi yang ditanam. Atas dasar itu pada postingan kali ini, duitmue.com akan membahasnya.

Reksa dana adalah sarana untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang mempunyai modal, dan keinginan berinvestasi namun waktu dan pengetahuan yang dimilikinya terbatas.

Dengan adanya reksa dana diharapkan peran pemodal lokal yang berinvestasi pada pasar modal Indonesia dapat meningkat.

Pengertian Reksa Dana

Pengertian reksa dana menurut UU Pasar Modal No. 8 Th. 1991 Pasal 1, ayat 27 adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Berdasarkan pengertian reksa dana, maka dapat disimpulkan beberapa unsur penting yakni sebagai berikut:

Reksa dana adalah kumpulan dana dari masyarakat pemodal atau investornya.

Diinvestasikan dalam efek instrumen investasi.

Pengelola reksa dana adalah manajer investasi yang dipercaya mengelola dana bersama milik pemodal.

Dalam reksa dana terdapat instrumen jangka panjang dan menengah.

Jenis – Jenis Reksa Dana yang Penting Diketahui

Setelah membahas pengertian reksa dana. Kita juga harus mengetahui jenisnya. Reksa dana secara umum dibagi menjadi empat, yaitu pasar uang, pendapatan tetap, campuran serta saham.

1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)

Pengertian reksa dana pasar uang ialah jenis reksa dana yang dalam melakukan investasinya dengan instrumen pasar uang, dimana waktu jatuh temponya kurang dari setahun.

Tujuannya agar dapat memelihara modal dan menjaga likuiditas. Dibandingkan yang lainnya, pasar dana memiliki resiko relatif paling rendah.

Ada pun bentuk instrumen investasinya sendiri bisa berupa Surat Berharga Pasar Uang (SPBU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito (Certificate of Deposit), Deposito Berjangka (Time Deposit), dan lain sebagainya.

Kelebihan Reksa Dana Pasar Uang

  • Sangat cocok untuk investasi jangka pendek dengan durasi waktu kurang dari setahun. Hal ini karena hasilnya relatif stabil dan cendrung tidak fluktuatif.
  • Mudah dicairkan (likuid), setelah intruksi pencairan biasanya hanya membutuhkan 2 hari buras pasar modal (T+2).
  • Bebas biaya pembelian maupun penjualnnya.
  • Dibandingkan jenis lainnya, ini adalah reksa dana dengan resiko yang relatif lebih kecil.

2. Jenis Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Pengertian Reksa dana pendapatan tetap ialah jenis reksa dana yang menginvestasikan sedikitnya 80% dari aktivanya yang berbentuk efek obligasi atau utang.

Tujuannya agar dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang setabil. Dibanding pasar uang, reksa dana pendapatan memiliki resiko relatif lebih tinggi.

Kelebihan Reksa Dana Pendapatan Tetap

  • Bebeberapa reksa dana jenis ini memiliki tambahaan unit penyertaan maupun pembangian keuntungan secara tunai.
  • Cocok untuk investasi jangka menengah mulai 1 hingga 3 tahun.

3. Reksa Dana Terproteksi

Dinamakan reksa dana proteksi sebab jenis ini memberikan memberikan proteksi dari nilai investasi awal pemegang unit penyertaan dengan mekanisme pengelolaan portofolionya.

Investasi danannya bersifat hutang, dan masuk pada kriteria layak (investment grade). Jadi nilai feknya bersifat hutang, dengan jatuh tempo minimal bisa menutupi total nilai yang sudah terproteksi.

Kelebihan

Berdasarkan pengertian reksa dana ini, maka dapat disimpulkan jenis ini memiliki keunggulan pada imbal hasil yang lebih terukur. Khususnya selama jangka waktu investasi yang telah ditentukan.

4. Jenis Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Fund)

Pengertian reksa dana campuran yaitu jenis reksa dana yang dalam pengalokasian dana investasinya menggunakan portofolio bervariasi. Instrumen investasinya bisa berbentuk obligasi yang dikombinasikan dengan saham.

Tujuannya sebagai pendapatan dan pertumbuhan harga. Resikonya yang bersifat moderat membuat tingkat pengembaliannya pun, menjadi relatif lebih tinggi dibanding reksa dana pendapatan tetap.

Kelebihan

  • Lebih adaptif dengan keadaan pasar, sebab alokasi asetnya lebih fleksibel.
  • Cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang, yakni antara 3 sampai 5 tahun.

5. Reksa Dana Index (RDI)

Alokasi dana minimum pada reksa dana index adalah 80%. Aset yang diinvestasikan harus menyesuaiakan pengelolaan pasif yang merupakan indeks acuan.

Tujuannya adalah untuk memperoleh hasil investasi yang mirip dengan indeks acuan tersebut. Baik dari segi indeks saham mau pun obligasi. Ini mirip dengan reksa dana terbuka, dapat dijual maupun dibeli sewaktu-waktu pada setiap hari bursa saham pasar modal.

Kelebihan

  • Cocok untuk yang mengininkan investasi secara transparansi.
  • Pengelolaan secara pasif sehingg hasilnya bisa lebih maksimal.

6. Reksa Dana Saham (Equity Fund)

Pengertian reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang aktivanya berbentuk efek ekuitas, dan harus menginvestasilan minimal 80% dari aktiva tersebut.

Tujuannya adalah untuk unit dalam jangka panjang atau pertumbuhan harga saham. Meski memiliki potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi, namun resikonya pun relatif lebih tinggi dari reksadana lainnya.

Kelebihan

  • Memiliki profil resiko agresif.
  • Cocok untuk investasi di atas 5 tahun (jangka panjang).

Keuntungan Berinvestasi di Reksa Dana

Pengertian reksa dana

Berinvestasi reksa dana menjadi pilihan banyak orang sebab bisa mendatangkan banyak keuntungan. Dengan menggunakannya, kamu dapat melakukan diverisifikasi investasi meski tidak memiliki modal besar.

Contohnya saja bagi investor yang memiliki dana terbatas. Mereka bisa memiliki portofolio obligasi, dimana hal tersebut tidaklah mungkin jika tanpa memiliki dana yang banyak.

Sebagai contoh, investor dengan dana terbatas dapat memiliki portofolio obligasi, yang tidak mungkin bisa dimiliki jika investor tersebut tidak mempunyai dana yang besar.

Di marketplace Bukareksa misalnya, kamu bisa membeli produk reksana dana cukup dengan modal Rp100 ribu. Bahkan ada juga yang minimum pembeliannya Rp50 ribu. Menariknya bagi pendaftar pertama, kamu akan mendapatkan saldo Rp15 ribu. Info selengkapnya klik di sini!

Dengan adanya reksa dana maka dana dalam jumlah besar pun bisa terkumpul. Selanjutnya manajer investasi akan melakukan diversifikasi pada produk investasi di pasar uang atau di pasar modal.

Dapat dikatakan jika investasi ini dilakukan untuk banyak produk investasi seperti deposito, obligasi, dan saham, menyesuaikan kebijakan dari setiap reksa dana yang dikelola.

Dengan reksa dana, investor awam pun bisa ikut menikmati keuntungan investasi di pasar modal.

Contohnya pada investasi saham. Butuh keterampilan khusus agar bisa menentukan saham-saham apa yang baik untuk dimiliki. Keahlian ini tentu tidak dimiliki oleh para investor awam.

Dengan menanam modal di reksa dana, kamu juga tidak harus repot dalam memantau kinerja investasinya. Tentu saja karena sudah ditangani manajer investasi profesional yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya.

Resiko Investasi Reksa Dana

Dalam hal investasi selain keuntungan tentunya juga memiliki peluang resiko, begitu pun dengan reksa dana.

Misalnya, reskio berkurangnya nilai unit penyertaan. Resiko yang dipengaruhi oleh turunnya harga saham,obligaso maupun surat berharga lain yang ada dalam portofolio reksa dana. Semua itu bisa diminimaliair manajer investasi menggunakan prinsip diverisifikasi yang digunakan.

Dalam reksa dana juga ada resiko likuiditas yang bisa dihadapi oleh manejer investasi selaku pengelola. Terutama jika mayoritas investor yang bergabung melakukan penjualan kembali (redemption) atas berbagai unit yang dimilikinya.

Keadaan ini kadang bisa membuat manajer investasi mengalami kesulitan dalam menyediakan uang cash untuk redemption tersebut.

Laporan ReksaDana

Ketika memutuskan berinvestasi dengan reksa dana, salah satu poin terpentingnya adalah harus bisa membaca dan memahamiu berbagai laporan, terkait operasional dan kinerja dari reksadana tersebut.

Ada pun laporan reksadana yang dimaksud meliputi

  • Prospektus
  • Annual Report
  • Fund Fact-Sheet

a. Prospektus Reksadana

Prospektus ini haruslah dibaca dengan cermat. Ada pun yang dimaksud prospektus reksa dana sendiri yaitu semua pernyataan yang tertulis atau dicetuskan, guna penawaran umum reksa dana.

Tujuannya agar pemodal dapat membeli unit pernyataan di reksadana. Terkecuali, jika terdapat informasi yang menurut peraturan otoritas jasa keuangan (OJK) dinyatakan bukan bagian dari prospektus.

Jadi di dalam prospektus reksa dana, diuraikan banyak hal terkait instrumen penting yang ada pada reksa dana. Atas dasar itu, sangat penting bagi yang hendak berinvestasi membaca dan memahaminya dengan cermat.

b. Laporan Keuangan dan Tahunan (Annual Report)

Reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, setiap tahunnya harus dibuatkan laporan oleh manajer yang bersangkutan. Laporan tersebut yaitu laporan tahunan serta laporan keuangannya.

Setelah laporan selesai dibuat, selanjutnya akan diaudit oleh kantor akuntan publik.

c. Fund Fact-Sheet

Fund Fact-Sheet juga sangat penting dalam investasi ini. Laporan ini menunjukan alokasi instrumen investasi yang materail, biaya reksa dana, kinerja reksadana dan info penting lainnya.

Manajer investasi selaku pengelola reksa dana, setiap bulannya harus membuat Fund Fact-Sheet reksadana. Baik ditunjukan untuk pemegang unit maupun calon investor.

Biaya Reksadana

Dalam pengelolaannya, reksadana juga memiliki sejumlah biaya. Tapi semua biaya tersebut tidak ditanggung oleh investor, namun terbagi seperti berikut:

Biaya yang harus dibayar manajer investasi

  1. Biaya persiapan
  2. Administrasi
  3. Pemasaran
  4. Pencetakan, serta
  5. Biaya distribusi prospektus pertama.

Biaya yang harus dibayar Reksadana

  1. Biaya pengelolaan manajer investasi
  2. Bank kustodian
  3. Asuransi jika ada
  4. Transaki
  5. Pembaharuan prospektus dan pendistribusian
  6. jasa auditor laporan keuangan tahunan reksadana, serta
  7. Biaya lainnya yang tertuang dalam kontrak.

Biaya yang harus dibayar pemodal

  1. Biaya penjualan (jika ada)
  2. Pelunasan atau pembelian kembali (jika ada)
  3. Biaya transfer pelunasan atau pembelian kembali (jika ada)
  4. Pajak yang diberlakukan bagi pemodal (jika ada)

Terkait ketentuan biaya-biaya tersebut di atas, manajer investasi akan menjelaskan secara rinci terkait pembagian dan jumlah biaya yang dimaksud pada prospektus reksa dana.

Pengaduan Reksadana

Berdasarkan peraturan OJK,  manajer investasi wajib menangani pengaduan dari setiap pemegang unit penyertaan reksadana.

Setidaknya ada tiga hal yang harus diatur manajer investasi yang tercantum dalam prosfektus reksadana perihal pengaduan. Ada pun ketiga poin tersebut yakni sebagai berikut:

  1. Penyampaian Pengaduan
  2. Mekanisme Penyelesaian Pengaduan, dan
  3. Penyelesaian Pengaduan

1. Penyampaian Pengaduan

Jika sudah menjadi pemilik reksadana, kamu bisa menyampaikan pengaduan kepada manajer investasi. Pengaduan tersebut harus ditanggapi dan selesaikan oleh menejer investasi, sesuai dengan mekanisme yang tertuang pada prospektus reksadana.

Khusus pengaduan yang berhubungan dengan fungsi bank kustodian, maka menejer investasi akan menyampaikannya pada pihak bank yang dimaksud. Selanjutnya, pihak bank kustodian wajib menyelesaikan pengaduan tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditentukan dalam prospektus reksadana.

2. Mekanisme Penyelesaian Pengaduan

Setiap menejer investasi maupun bank kustodian akan melayani dan menyelesaikan terkait pengaduan dari pemegang unit penyertaan. Untuk pengaduan yang diselesaikan oleh bank kustodian harus ditembuskan pada menejer investasi.

Menejer investasi maupun bank kustodian, akan segera menindaklanjuti serta menyelesaikan pengaduan dari pemegang unit penyertaan, selambat-lambatnya dua puluh hari kerja setelah pengaduan tersebut diterima.

Manajer investasi maupun bank kustodian bisa memperpanjang jangka waktu tersebut, sesuai syarat dan ketentuan yang tertuang dalam SEOJK tentang pelayanan dan penyelsaian pengaduan konsumen pada pelaku usaha jasa keuangan.

Sebelum jangka waktunya berakhir perpanjangan waktu penyelesaian pengaduan tersebut, akan disampaikan secara tertulis pada unit penyertaan yang bersangkutan.

Dalam hal ini manajer invesrsi memberikan informasi tentang status pengaduan tersebut melalui berbagai sarana komunikasi yang dimilikinya seperti website, email, surat, maupun telpon.

3. Penyelesaian Pengaduan

Manajer investasi maupun bank kustodian bisa menyelesaikan pengaduan pemegang unit penyertaan, menyesuaikan ketentuan internal dengan mengacu pada berbagai pengaduan seperti yang diatur dalam SEOJK.

Terkait tidak sampai pada didapatkannya kesepakatan penyelesaian pengaduan, manajer investasi, bank kustodian, dan juga pemegang unit penyertaan bisa mencari solusi melalui penyelesaian sengketa.

Penyelesaian Sengketa Reksadana

Bila penyelesaian pengaduan yang diajukan belum bisa mencapai penyelesaian yang memuasan, sebagai pemegang unit reksa dana kamu bisa menggunakan penyelesaian sengketa, lewat BAPMI.

Dalam hal ini, BAPMI (Badan Artirase Pasar Modal Indonesia) menyelesaikan perkara bukan hanya menggunakan peraturan BAPMI, namun juga harus tunduk pada UU No 30 th. 1999, tentang Arbirase dan Alternatif penyelesaian sengketa. Ada pun caranya adalah sebagai berikut:

  • Proses Arbitrase dilkasanakan di Jakarta dalam bahasa Indonesia.
  • Arbiter terdiri dari tiga orang, dan minimal ada satu konsultan hukum terdaftar OJK sebagai profesi penunjang pasar modal.
  • Arbitrase yang diselenggarakan harus berbentuk majelis.
  • Penetapan Arbiter dilaksanakan paling lambat tiga puluh (30) hari sejak tidak tercapainya kesepakatan penyelesaian pengaduan, dan setiap pihak yang berselisih harus sudah menunjuk seorang arbiter.
  • Paling lambat setelah 14 hari penunjukan alberter oleh kedua belah pihak, setiap arbiter yang telah ditunjuk tersebut harus menunjuk dan memilih arbiter ketiga yang akan berperan sebagai ketua majelis arbitrase.
  • Jika tidak sampai kesepakatan dalam menunjuk pihak arbiter ketiga tersebut, maka pemilihan dan penunjukan ini akan diserahkan pada ketua BAPMI sesuai cara dan peraturan BAPMI.
  • Keputusan yang dihasilkan dari majelis arbitrase adalah final, mengikat dan memilliki kekuatan hukum tetap. Setiap pihak yang berselisih wajib melaksanakan, setuju, serta berjanji untuk tidak membatalkan atau menggugat hasil keputusan tersebut ke pengadilan mana pun.
  • Dalam melaksanakan hasil keputusan tersebut, semua pihak sepakat untuk memilih tempat kedudukan hukum yang tetap dan tidak berubah di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
  • Seluruh biaya yang timbul karena proses ini menjadi tanggung jawab setiap pihak yang berselisih. Kecuali jika majelis arbitrase memiliki pendapat lain.
  • Selama proses abbitrase tersebut berjalan, semua hak dan kewajiban setiap pihak yang berselisih akan tetap berlaku.

Reksadana Online

Sejalan dengan semakin majunya teknologi financial fintech, maka penjualan reksa dana juga tidak harus dilakukan dengan mendatangi kantor cabang.

Kini kemajuan teknologi telah merubah segala sesuatunya menjadi sangat praktis, terutama melalui online. Dengan menggunakan pembelian reksadana online, setiap orang bisa langsung membeli melalui aplikasi smartphone sekali pun. Tentunya lebih mudah, efektif, dan efisien.

Manfaat Reksadana Online

Ada banyak sekali manfaat reksadana yang dilakukan secara online, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Praktis dan mudah, kamu tak perlu datang secara tatap muka untuk mulai berinvestasi.
  • Jumlah minimal investasi yang dilakukan secara online lebih terjangkau sehingga sangat membantu kamu jika belum memiliki banyak modal.
  • Prosesnya jauh lebih cepat sebab semuanya sudah serba online.
  • Tersedia banyak edukasi, sehingga semakin memberikan pemahaman yang banyak terkait investasi ini.
  • Proses monitoring lebih mudah dan cepat, sebab portofolio investasi dapat dilakukan secara real time.

Penutup

Seperti dijelaskan di atas bahwa ada resiko dalam berinvestasi reksadana. Sebelum berinvestasi, pastikan kamu mempelajari prospektusnya dengan cermat terlebih dulu.

Jangan lupa gali berbagai ilmu pengetahuan yang memadai terkait reksadana. Semoga pembahasan singkat mengenai pengertian reksa dana, jenis, keuntungan dan resikonya ini bisa sedikit mencerahkan. Jangan lupa share ya!

Tinggalkan komentar